Big Data Untuk Pengambilan Keputusan
Bisnis
Banyak perusahaan
saat ini yang berjuang mengangkangi prinsip-prinsip operasi yang terpolarisasi
dan tertatih-tatih. Di satu sisi, mereka putus asa mencari cara agar lebih
tangkas tetapi disisi lain, mereka ingin melibatkan seluruh stakeholder yang
tepat dalam proses bisnisnya. Konflik ini melebihi perdebatan kuno mengenai
sentralisasi atau desentralisasi. Pelanggan dan klien menuntut kegesitan yang
lebih besar, karyawan dan mitra mengharapkan pemberdayaan lebih besar.
Perusahaan? Perlu berusaha untuk memenuhi kedua keinginan tersebut.
Perusahaan
jaringan digital, sebut saja Slacked, Chattered, Skyped, Google Doc-ed secara
tajam memperburuk ketegangan banyak perusahaan yang masih tertatih-tatih tadi.
Lebih banyak
stakeholder yang dapat mengakses dan berbagi informasi, semakin banyak pula
informasi yang bisa ditindaklanjuti. Teknologi memang mampu memfasilitasi
transparansi dan visibilitas yang lebih besar dalam ekosistem perusahaan. Dan
tanpa disadari kesadaran untuk real-time meningkat sangat drastis. Tetapi jika
tidak dilengkapi dengan kemampuan manajerial dan operasional untuk bertindak
sesuai informasi yang digerakkan data, apakah teknologi itu membantu?
Perusahaan
membutuhkan alat untuk mengubah kekayaan data menjadi wawasan yang memungkinkan
perusahaan membuat prediksi yang kredibel. Loncatan integrasi teknologi telah
memungkinkan perusahaan mengumpulkan data yang bervariasi dan dalam jumlah yang
besar, yang akhirnya mengganggu hubungan faktor dan hasil. Pemahaman empiris
semacam itu selanjutnya menjadi dasar pemodelan dan peramalan skenario yang
ketat yang dikenal dengan analisis prediktif atau analisis antisipatif. Dalam
bisnis, semakin baik sebuah perusahaan memproses seluruh data, prediksinya
lebih bisa diandalkan.
Pengertian big
data
“Big Data” salah
satu kata yang sering saya dengar di kalangan penggiat IT. mungkin anda juga
pernah mendengarnya. namun walaupun sudah sering mendengarnya saya sendiri
masih bingung apa yang dimaksud dengan Big data. bagi anda yang kurang mengerti
atau belum tahu apa itu Big Data, berikut penjelasan tentang pengertian big
data
Big Data adalah istilah umum untuk segala kumpulan
himpunan data dalam jumlah yang sangat besar dan kompleks sehingga
menjadikannya sulit untuk ditangani atau di proses jika hanya menggunakan
manajemen basis data biasa atau aplikasi pemroses data tradisional.
Manfaat Big Data dalam Bisnis
Akhir-akhir ini
istilah Big Data menjadi topik pembicaraan dan sering dibahas dalam industri
IT. Banyak pihak yang mungkin heran kenapa topik ini baru menjadi pusat
perhatian padahal ledakan informasi dan pengenalan istilah Big Data sudah
muncul tahun 2005 yang diperkenalkan oleh O’Relly Media.
Perkembangan data
dan volume yang terus meningkat dalam dunia maya internet semenjak kelahirannya
adalah fakta yang tak dapat dipungkiri. Mulai data yang berupa teks, gambar dan
foto, lalu data yang berupa video dan lainnya.
Definisi dari Big
Data bisa dibagi menjadi 3V, yaitu :
1.
Volume yaitu data set yang disimpan dalam
jumlah besar.
2.
Velocity yaitu kebutuhan mengakses data
dengan cepat
3.
Variety yaitu format data yang berfariasi
Kemunculan
teknologi analisis Big Data memberikan solusi bagi bisnis untuk mendapatkan
hasil analisis segera bahkan real time, sehingga memberikan keunggulan bagi
pelaku bisnis.
Analisis Big Data
membantu perusahaan dalam memanfaatkan data dan menggunakannya untuk
mengidentifikasi peluang baru yang mungkin bisa dikelola. Yang pada gilirannya
menjadikan bisnis bergerak lebih maju dan cepat karena didukung oleh
operasional yang efisien sehingga dapat menghasilkan keuntungan yang lebih
besar pada perusahaan.
Tiga manfaat
penting dalam penerapan Big Data dalam perusahaan :
1.
Penghematan biaya, teknologi analisis Big
Data seperti Hadoop dan analisis berbasis cloud membawa pengurangan biaya yang
signifikan dalam hal untuk penyimpanan data dalam jumlah besar.
2. Lebih cepat dan lebih baik dalam
pengambilan keputusan, dengan kecepatan teknologi Big Data seperti hadoop dalam
melakukan analisis dengan dikombinasikan kemampuan untuk menganalisis berbagai
macam sumber data baru membuat Big Data mampu menganalisis informasi lebih
cepat dan membuat keputusan dari hasil analisa tersebut.
3.
Melahirkan produk dan layanan baru,
dengan kemampuan mengukur kebutuhan dan kepuasan pelanggan mendatangkan
keunggulan dari bisnis untuk menciptakan produk dan layanan baru yang sesuai
dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan.
Dengan tiga manfaat tersebut akan membantu
perusahaan mencapai tujuan dalam meningkatkan keuntungan demi menigkatkan
bisnisnya.
Manfaat Big Data Sebagai Bahan Dasar Pengambilan Keputusan
Jika kita yakin
akan potensi dan kekuatan big data dan analisis prediktif, tapi belum menangkap
apa yang sebenarnya bisa perusahaan atau bisnis dapatkan. Berikut merupakan
daftar manfaat yang dirangkum dari artikel Big Data Insight Group.
Dialog dengan
konsumen
•
Konsumen saat ini lebih sulit
ditaklukkan, karena mereka punya banyak sumber pertimbangan dan informasi
sebelum membeli, berbicara di medsos tentang pembelian mereka, ingin
diperlakukan spesial, dan ingin dihadiahi ucapan terima kasih setelah membeli
produk yang mereka inginkan.
•
Big data memungkinkan kita memberi profil
kepada para ‘tiran’ yang semakin vokal dan dinamis dengan cara yang jauh
sehingga perusahaan dapat terlibat dalam percakapan real-time yang hampir satu
lawan satu dengan konsumennya/ calon konsumennya. Karena jika perusahaan tidak
memperlakukan mereka seperti yang mereka inginkan, mereka akan meninggalkan si
perusahaan dalam sekejap mata.
•
Contoh sederhananya, ketika konsumen
masuk ke sebuah bank, alat big data memungkinkan petugas untuk memeriksa dan
mengetahui kebutuhan produk atau layanan yang relevan yang bisa disarankan
kepada konsumen secara real time. Big data juga memiliki peran kunci dalam
mempertemukan belanja online dan offline. Peritel dapat memberikan penawaran
pada operator seluler, berdasarkan konsumen yang menunjukkan kebutuhan tertentu
di media sosial. Misalnya ketika konsumen sering memposting tentang “kopi”,
“coffee”, “café” di media sosial mereka, kemungkinan besar peritel “kopi”,
“coffee”, “café” akan menginfokan lokasi terdekat yang bisa dijangkau si
konsumen via operator seluler.
Pengembangan produk
•
Big data juga dapat membantu perusahaan
dalam memahami bagaimana orang lain memandang produk yang dibuat, sehingga
perusahaan bisa menyesuaikan bentuk pemasarannya. Analisis teks media sosial
tidak terstruktur memungkinkan perusahaan mengungkap sentimen pelanggan dan
bahkan menyegmentasikan mereka yang berada di lokasi geografis yang berbeda
atau di antara kelompok demografis yang berbeda.
•
Selain itu, big data memungkinkan
perusahaan menguji ribuan variasi desain yang berbeda dalam sekejap mata
sehingga kita dapat melihat seberapa kecil perubahan, misalnya, material yang
bisa mempengaruhi biaya, waktu dan kinerja yang hal-hal tersebut dapat
meningkatkan efisiensi proses produksi yang sesuai.
Analisis resiko
•
Sukses tidak hanya tergantung bagaimana
perusahaan menjalankan bisnisnya. Faktor sosial dan ekonomi nyatanya sangat
penting untuk pencapaian perusahaan. Analisis prediktif, yang didorong oleh big
data memungkinkan perusahaan untuk memindai dan menganalisis laporan online
news atau umpan balik media sosial sehingga perusahaan dapat terus mengikuti
perkembangan terakhir industri dan lingkungannya. Perusahaan juga bisa sambil
“tes kesehatan” mengenai pemasok dan pelanggan secara efektif sehingga
memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan atau tindakan jika salah satu
dari pemasok atau pelanggannya beresiko gagal bayar.
Menjaga Keamanan Data
•
Dengan big data, perusahaan dapat
memetakan seluruh lanskap data secara menyeluruh, sehingga memungkinkan
perusahaan untuk menganalisis ancaman internal. Perusahaan akan dapat
mendeteksi informasi sensitif potensial yang tidak terlindungi dan memastikannya
disimpan sesuai dengan persyaratan peraturan. Contohnya adalah, dengan analisis
big data real-time, perusahaan bisa mempunyai notifikasi seketika ketika data
kartu kredit tersimpan atau terkirim pada suatu aplikasi tertentu.
Arus Pendapatan Baru
•
Wawasan yang kita dapatkan dari
menganalisis pasar dan konsumennya dengan big data bisa dijuak sebagai data
tren non-personalisasi kepada pelaku industri besar yang beroperasi di segmen
yang sama dengan dan menghasilkan arus pendapatan baru. Contohnya adalah, suatu
aplikasi lagu, membantu label rekaman untuk mengetahui data penggunaan layanan
termasuk informasi lokasinya yang kemudian dimanfaatkan oleh label rekaman
untuk menemukan dan menerbitkan artis baru yang menjanjikan atau memasarkan
ulang produk yang sudah ada dengan penyesuaian data yang ada.